PTPN Group Meraih Posisi Teratas Secara Global untuk Sektor Pertanian Berdasarkan Peringkat Sustainalytic
PTPN Group Meraih Posisi Teratas Secara Global untuk Sektor Pertanian Berdasarkan Peringkat Sustainalytic
Jakarta, 16 Agustus 2023 – Setelah dilakukan
assesment oleh Sustainalytics (lembaga pemeringkat ESG internasional) pada Juli 2023,
Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero) holding dinyatakan memiliki
resiko rendah terhadap dampak keuangan material yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lingkungan, sosial dan Tata Kelola (ESG).
Dalam laporannya yang diterbitkan pada Juli 2023, PTPN III (Persero) menerima Peringkat Risiko ESG sebesar 17,1, yang menempatkan perusahaan pada risiko rendah terkait dampak signifikan dari factor-faktor ESG.
Pemeringkatan Risiko ESG yang dilakukan oleh Sustainalytics mengukur
keterpaparan perusahaan terhadap
risiko ESG serta mengukur seberapa
besar kesiapan perusahaan
dalam mengelola risiko tersebut. Semakin rendah Peringkat Risiko ESG suatu perusahaan, maka
perusahaan tersebut dianggap semakin baik dalam
mengelola risiko ESG. Pengukuran kuantitatif ini juga bisa menggunakan perbandingan hasil dari industri dan sub-industri
sejenis.
Pemeringkatan Risiko ESG ini menempatkan PTPN III (Persero)
pada posisi puncak secara global
dalam sub-industri pertanian. Pencapaian ini menggambarkan upaya yang sungguh-sungguh perusahaan dalam
menerapkan prinsip dan praktik ESG dalam semua kegiatan bisnis dan operasionalnya.
Menurut Sustainalytics, kegiatan usaha PTPN III (Persero)
di industri pertanian
memiliki Resiko Keterpaparan ESG "sedang". Kategori ini sering
dikaitkan dengan berbagai isu terkait
hak asasi manusia (HAM), emisi gas rumah kaca, dan dampak lingkungan dari produk komoditas
yang dihasilkan.
Namun, praktik
manajemen risiko yang ketat yang diterapkan oleh manajemen PTPN III
(Persero), terutama berkaitan dengan isu lingkungan,
keanekaragaman hayati, penggunaan
air, perubahan iklim, dan inisiatif keanekaragaman, dinilai cukup efektif dalam memitigasi risiko
tersebut.
CEO Perkebunan Nusantara PTPN III Holding (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyatakan bahwa upaya-upaya PTPN III (Persero) untuk menerapkan praktik bisnis
ramah lingkungan dan inisiatif untuk menanggulangi perubahan
iklim telah ikut berperan
penting dalam meningkatkan kinerja ESG perusahaan. "Upaya penguatan keselamatan di tempat kerja, tata kelola perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat juta turut berkontribusi terhadap keberhasilan ini," kata Ghani di Jakarta, Rabu (16/08/2023).
Lebih
lanjut Ghani mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi katalisator dan sekaligus motivasi bagi seluruh insan PTPN
untuk terus menguatkan komitmen dan konsistensinya
dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat guna meningkatkan kinerja
perusahaan.
"Tentu
saja hasil pemeringkatan ini akan meningkatkan motivasi PTPN III (Persero) dalam mengelola isu-isu
ESG, dan perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan
kinerjanya dalam isu-isu kelestarian
alam di masa mendatang," kata Ghani.
Sebagai salah satu perusahaan bidang pertanian terbesar
di dunia, Ghani menegaskan bahwa PTPN
III (Persero) berkomitmen dan terus berupaya
untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam
bidang Lingkungan hidup,
Sosial dan Tata Kelola Perusahaan (ESG) dalam seluruh
kegiatan bisnisnya.
Ghani
menyatakan bahwa transformasi PTPN III (Persero) yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir dan telah terbukti
mampu meningkatkan kinerja
operasional dan keuangan, tidak terlepas dari inisiatif ESG yang telah
diterapkan. "Dalam menjalankan
seluruh kegiatan usaha, perseroan
senantiasa memastikan bahwa produk
yang dihasilkan tidak hanya berdampak secara ekonomi tetapi juga berdampak
bagi masyarakat dan lingkungan, dengan tetap berpegang
pada ketentuan tata kelola perusahaan yang berlaku."
Sejalan dengan
visi perusahaan, yaitu "Menjadi perusahaan agribisnis nasional
terkemuka dan berdaya saing kelas dunia yang berkontribusi secara
berkelanjutan terhadap kemajuan
bangsa," tidak diragukan lagi strategi ESG/keberlanjutan PTPN saling terkait dan bahkan telah menjadi
bagian tak terpisahkan dari keseluruhan visi
perusahaan, di mana keberlanjutan merupakan
elemen fundamental.
###
Hak Cipta © Morningstar Sustainalytics. Hak
Cipta Dilindungi Undang-undang. [publikasi/ artikel/ bagian] ini berisi informasi yang dibuat oleh
Sustainalytics (www.sustainalytics.com). Informasi dan data tersebut adalah milik Sustainalytics dan/atau pemasok
pihak ketiganya (Data Pihak Ketiga) dan disediakan hanya untuk tujuan penyebaran informasi. Data-data tersebut
bukan merupakan endorsemen suatu
produk atau proyek apa pun, ataupun
saran investasi dan tidak dijamin lengkap, tepat waktu, akurat atau sesuai untuk tujuan tertentu. Penggunaan (data-data) harus mematuhi
syarat-syarat dan ketentuan
yang ada di https://www.sustainalytics.com/legal-disclaimers.
###
Mengenai Holding Perkebunan Nusantara:
PT Perkebunan
Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama
komoditas kelapa sawit dan karet. Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian
merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian
mengubah pengelolaan bisnis BUMN
Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan
di Indonesia berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September
2014. Sebagai perusahaan induk (holding company)
BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham
mayoritas 13 perusahaan perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk
perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran
Bersama Nusantara (PT KPBN) serta
perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas
perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN).
Saat ini
Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan
terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk
komoditas Perseroan mencakup komoditas anak
perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh,
kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya
masing-masing. Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on-farm), pengolahan tanaman perkebunan (off-farm) serta unit-unit
pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.

Comments
Post a Comment